Jakarta Tergenang Banjir dan Ekonomi Lumpuh

Jakarta Tergenang Banjir dan Ekonomi Lumpuh

Jakarta lagi-lagi banjir, memang sedikit meleset dari perkiraan orang bahwa jakarta akan banjir setiap 5 tahun sekali. Namun melesetnya juga hanya beberapa bulan saja, dan banyak sekali kisah dibalik banjir jakarta di tahun 2013 ini. Ada kisah orang-orang yang mengupload foto yang cenderung melecehkan kaum wanita yaitu photo yang agak menjurus ke p-o-r-n-o. Sungguh tindakan yang sangat tercela dimana orang sibuk dengan penderitaan dan mereka masih memanfaatkan situasi ini.

Ada lagi para pengemudi dan kondektur bis mayasari (jurusan tanah abang - pulogadung) yang menaikkan ongkos bis yang saya rasa agak kelewatan. kalau naiknya cuma dari 2 ribu ke 3 ribu sih nggak apa-apa, tapi ini jadi 5 ribu rupiah. Memang kita memaklumi dengan kenaikan sepihak ini, tapi seperti yang saya ungkap barusan bahwa , yah jangan segitunya karena mereka sama saja memanfaatkan dari penderitaan orang lain, yang kita tahu sendiri bahwa rata-rata mereka yang naik angkutan bis kota tingkat ekonomi juga tidak tinggi.

Sampai saat ini hampir sebagian wilayah kota jakarta lumpuh dan tergenang banjir, baik dari kiriman bogor maupun dari curah hujan di jakarta sendiri. Kantor dan sekolah juga banyak yang diliburkan. Seperti saya ungkap ditulisan sebelumnya jakarta 2013 bebas banjir bahwa sampai kapanpun jakarta sangat sulit untuk lepas dari bencana banjir mengingat dari dulu kota jakarta memang wilayah banjir. Mungkin solusi terbaik dan murni dari pemikiran saya hanyalah " Jakarta mesti memperdalam seluruh aliran sungai yang ada di jakarta".

Bahkan jika dibandingkan dengan banjir kanal, sistem memperdalam seluruh aliran sungai dan parit/ got lebih efektif apalagi dijalankan dua-duanya. Selain ngedalamin sungai dan tentunya di keruk, hasil tanah dari kerukan bisa dimanfaatkan untuk menguruk wilayah lain yang lebih rendah. Sebenarnya terbaik itu yaitu memperdalam dan melebarkan sungai, tapi tidak mungkin toh, karena banyak memakai lahan tanah dan tentunya biaya makin besar karena harus ada dana pembebasan lahan.

Masyarakat juga yah mestinya ikut serta dalam mensukseskan agar jakarta lebih baik, jangan hanya mengandalkan pihak pemerintah apalagi mencari kambing hitam dan menyalahkan pemimpin baru yang lebih ke berbau politik.

Itu saja dulu, next kita sambung lagi, oce..

Pembaca Artikel ini juga Baca (via mobile digeser):

Share this:

Disqus Comments