Fakta dan Fenomena Eyang Subur

Fakta dan Fenomena Eyang Subur

Info Jakarta - Fenomena berita mengenai eyang subur di televisi dan internet yang konflik dengan adi bing slamet serta korban-korbannya memang marak, dan pastinya menarik perhatian masyarakat karena banyak artis terlibat. Berikut blog info jakarta  mengulas dari berbagai sumber yaitu http://celebrity.okezone.com,

Satu per satu aib Eyang Subur mulai terungkap setelah beberapa korban yang dimotori Adi Bing Slamet memberikan pengakuan. Adi membeberkan tingkah laku bekas panutannya itu kepada publik agar semua orang menjadi lebih waspada lagi.

"Dia sering beli V#i#a#g#r#a. Dia sering beli obat kuat," kata Adi saat ditemui di Kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2013).

Ungkapan tersebut diperkuat oleh aktris lawas yang kerap memerankan tokoh antagonis, Ibu Subangun. Menurutnya, Eyang Subur pernah mengajak seorang artis inisial WW ke sebuah hotel.

"Di rumah itu ada artis inisial WW, mau diajak pergi. Artis WW ini katanya dia ke hotel, ya ngapain lagi kalau enggak itu. Katanya dia (WW) ke hotel ya ngapain lagi kalau enggak itu," kata ibu Subangun.

Menurut Ibu Subangun, sosok Eyang merupakan lelaki yang hiperseks. Bahkan menurutnya, dalam satu malam Eyang Subur melakukan hubungan seks lebih dari sekali.

"Mungkin dia (Subur) hiperseks. Jam berapa istri pertama, istri kedua, jam berapa jadi digilir," lanjut Subangun.

Perseteruan antara aktor komedian Adi Bing Slamet dengan Eyang Subur turut mengundang perhatian dari lapisan masyarakat, termasuk Ustadz Guntur Bumi (UGB) yang juga ikut angkat bicara.
Suami Puput Melati itu mengaku sangat prihatin dan menyayangkan terhadap konflik antara Eyang Subur dan beberapa artis Ibu Kota yang semakin melebar.
"Kasus ini telah melebar dan menjadi opini masyarakat dan tidak baik. Apalagi sudah terbentuk kubu-kubu. Saya khawatir, terjadi kemudharatan. Maka, saya berharap kedua belah pihak yang berseteru dapat kembali pada jalan yang diridhai Allah SWT dengan  berislah atau berdamai," ujar ustadz Guntur saat ditemui di Padepokan Silaturahim, Jl. Pinang Mas, Jakarta Selatan.
Ustadz Guntur menyarankan, baik Eyang Subur atau para artis yang terlibat, agar segera bertobat. Apalagi, dalam Islam sangat dilarang mendatangi orang yang dianggap bisa menerawang dan meramal masa depan.
"Harus tobat dengan sebenar-benarnya. Karena Islam mengajarkan, barang siapa yang mendatangi seorang dukun atau seorang tukang ramal, kemudian membenarkan apa yang dikatakannya, maka dia telah kafir," jelasnya.


Ikke Nurjanah mengungkapkan, dirinya hampir menjadi salah satu pengikut Eyang Subur. Ikke bercerita sebelum menjadi penyanyi dangdut terkenal seperti saat ini, salah satu produsernya kerap mendatangi Eyang Subur. Ikke sebenarnya mengaku tidak terlalu ingat dengan dukun tersebut, namun karena diingatkan oleh sang bunda, dia jadi mengenang masa lalunya. "Dulu banget. Jadi ada produser yang suka datang ke dia, ke pak Subur ini. Kata ibu saya, kayaknya dulu kita pernah diajak ke situ, tapi kata aku 'Yang mana ya Ma?'. Cuma katanya dulu, jadi di akhir tahun 1990-an, tapi aku yang enggak kenal, enggak tahu," ujar Ikke saat ditemui di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Rabu 27 Maret 2013 malam. Meski begitu, Ikke tidak menampik dia memang mencari seorang guru. Namun yang sesuai dengan agama, dan keyakinan. "Jadi kalau misalnya agama kita kurang baik, ya datangnya ke guru agama yang kita yakini," tandasnya.
Menurut berbagai sumber mengatakan Eyang Subur juga Ngaku-Ngaku Sebagai Iman Mahdi,Kalau Masuk Ke Rumahnya Eyang Subur,Pasti Syaratnya Menjadi Pengikut Eyang Subur, dan sebagian mengatakan meninggalnya mendiang pelawak dono warkop adalah tumbal dari eyang subur.
Kesimpulan, tanpa menyalahkan siapapun marilah kita kembali sesuai dengan ajaran agama kita masing-masing, ibadah tidak harus melalui perantara apalagi dukun, peramal, dan dengan mengucap istighfar, semoga kita tidak menjadi bagian dari orang-orang yang tersesat apalagi demi duniawi, termasuk sukses di ngartis.

Baca juga:
Sekolah Belajar Forex Fbs Indonesia
Iconia Pc Tablet dengan WIndows 8

Pembaca Artikel ini juga Baca (via mobile digeser):

Share this:

Disqus Comments