Mega Proyek yang Bisa Atasi Banjir di Jakarta

Mega Proyek yang Bisa Atasi Banjir di Jakarta

Sejak awal bulan november 2013 ini, musim hujan sudah dimulai dan curah hujan hampir setiap hari tinggi. Untuk wilayah kota jakarta sendiri masih sangat rawan banjir meskipun sudah ada beberapa waduk atau tanggul buatan di masing-masing penjuru/ sudut kota. Kemungkinan menghilangkan banjir di jakarta sangat tipis, ini dikarenakan wilayah cakupan jakarta memang rendah. Belum lagi air kiriman dari wilayah lain seperti bogor yang notabene jauh lebih tinggi dari jakarta, sangat jauh dari harapan seperti apa yang pernah saya tulis di artikel terdahulu.

Solusi paling tepat buat para pemimpin kota ini adalah mega proyek mengeruk seluruh aliran sungai di jakarta minimal 3 meter, menertibkan para pembuang sampah disungai dengan tegas dan keras serta membangun sumur resapan. Bayangkan jika dalam satu RT ada beberapa sumur-sumur resapan, pengaruhnya sangat tinggi, minimal sangat baik buat lingkungan disekitar tempat tinggal penduduk setempat.

Setiap gedung perkantoran terutama yang berada di jalan jalan protokol harus membuat taman kecil di area kantor mereka, ini fungsinya agar ada tanah yang bagus buat menyerap air, jadi tidak selalu aspal, semen, beton dan sejenisnya yang notabene sangat menutup ruang limpahan air. Parit-parit, gorong-gorong juga di benahi lagi, dikeruk sedalam mungkin lalu dasarnya disemen/ beton. Ini agar tanah bagian dasar parit tersebut tidak mudah meninggi.

Masyarakat juga harus sadar lingkungan bersih karena sedikit saja ada sampah dan ketika hujan lebat turun maka sampah tersebut akan ikut menyumbat aliran-aliran air dan tentunya akan tergenang. Tugas ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja, masyarat luas harus ikut peduli dan berpartisipasi. Jika semua hal diatas sudah dilakukan, saya yakin banjir di jakarta sangat jauh berkurangnya, diminimalisir.

Satu hal lagi yang tidak boleh diabaikan oleh kita yaitu teknologi biopori, teknik membuat lubang-lubang kecil ditanah dan sudah ada sejak lama. Biopori mirip seperti sumur resapan Cuma lubangnya agak kecil-kecil dan banyak. Terakhir adalah, perbanyak tanaman bakau di wilayah pantai utara jakarta yang bisa menyerap, menahan air laut ketika pasang. Lalu seluruh wilayah batas laut jakarta di "DAM" dengan beton yang kokoh. Tidak bisa dipungkiri kalau air laut selalu pasang meski tidak ada hujan di wilayah Jakarta.


Tentu dana yang dibutuhkan tidaklah kecil, untuk itulah kenapa saya bilang ini “MEGA PROYEK” selain dana besar, peran masyarakat juga penting. Tapi disisi lain, tanah hasil kerukan bisa dimanfaatkan untuk menguruk/ meninggikan wilayah yang rendah di Jakarta. Tenaga kerja akan banyak dibutuhkan dan manfaat jangka panjang adalah target utamanya.

Pembaca Artikel ini juga Baca (via mobile digeser):

Share this:

Disqus Comments