Kota Tua Jakarta Lebih Eksotis Malam Hari

Kota Tua Jakarta Lebih Eksotis Malam Hari

Kota tua Jakarta kawasan dengan nuansa tempo dulu, dimana banyak bangunan tua peninggalan Belanda masih berdiri kokoh di area ini. Itulah kenapa didalam artikel terdahulu mengenai tempat di jakarta yang mirip luar negeri, kota tua dimasukkan di daftarnya. Kota tua bagus untuk wisata keluarga dan mendidik anak-anak akan sejarah Jakarta dulu.

Namun bagi muda mudi, memang paling pas jika anda mengunjungi kota tua saat malam hari, karena lebih eksotis dan meresapi nuansa jaman dulunya. Tempat nongkrong di jakarta yang asik sekaligus menghabiskan malam bersama teman-teman tentunya. Hampir tiap malam anda juga akan menjumpai tukang foto termasuk foto profesional khusus pra wedding disini. Jajanan dan pedagang emperan banyak menjajakan dagangannya, termasuk aksesoris anak muda dan juga buat Tatto.

Kota Tua atau Oud Batavia adalah kawasan kecil yang melintasi utara dan barat Jakarta, yang sarat dengan peninggalan penjajahan Belanda. Gedung-gedung tua dimanfaatkan sebagai museum dan resto. Memasuki wilayah kota tua, pemandangan eksotis mulai terasa dari bangunan-bangunan tua nan kokoh peninggalan Belanda yang dibangun sekitar abad ke-19 dan 20. Selain gedung tua, ada juga area yang memang sudah disiapkan untuk anda nikmati berwisata disini diantaranya:

Taman Fatahillah

Taman ini dikelilingi oleh bangunan-bangunan tua yang sekarang digunakan untuk Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, juga Kantor Pos Indonesia. Berdiri juga sebuah restoran, Cafe Batavia, yang menjadi favorit untuk melepas penat setelah menjelajah kota tua. Di akhir pekan, Taman Fatahillah tidak hanya dipadati pengunjung, tetapi juga penjaja makanan dan minuman ringan, tempat penyewaan sepeda ontel, serta para seniman yang mempertunjukkan atraksi, dari ‘sekadar’ mengamen sampai ke atraksi kuda lumping atau debus.

Bagi Anda yang kurang menyukai keramaian ini, bisa datang selain akhir pekan atau hari libur. Anda cukup membayar Rp 10 -15 ribu untuk menyewa sepeda ontel selama 30 menit. Di hari biasa, Anda bisa menawar lebih murah. Pilih sepeda ontel jenis tandem agar bisa membonceng anak dan bersepeda keliling bersama kota Tua Jakarta.

Cafe Batavia

Kafe dan restoran ini terletak persis di seberang Museum Fatahillah. Tempat yang pas untuk melepas lelah setelah mengililingi museum di sekitar Taman Fatahillah. Berinterior tempo dulu dan menyajikan menu makanan Asia dan Barat. Di samping menyediakan bir dan wine, Anda juga bisa memesan minuman tradisional seperti bajigur, bandrek dan bir pletok. Sayangnya, kafe ini tidak menyediakan menu khusus untuk anak-anak.

Tapi ada makanan yang tidak dibuat pedas, mengingat banyak turis asing yang singgah. Bila  ingin duduk nyaman bersama anak-anak, pilih duduk di sofa besar mengingat kafe ini tidak menyediakan kursi tinggi untuk si kecil. Pada malam hari, Anda juga bisa menikmati suguhan musik lewat live music. Kafe ini buka setiap hari sejak pukul 8 pagi hingga dini hari. 

Museum Sejarah Jakarta

Gedung besar bergaya Barok tersebut lebih di kenal bersama sebutan Museum Fatahillah. Banyak koleksi pameran tak bisa disentuh, terlebih diduduki ataupun ditiduri. Jadi, saat sebelum masuk museum, ingatkanlah anak tidak untuk sembarang menyentuh ataupun menempati barang spesifik. Apabila Kamu terasa anak tak dapat di ajak kompromi, baiknya segera bawa ke taman belakang.

Disana ia dapat bebas lari sembari lihat penjara tua bawah tanah lokasi dimana Pangeran Diponegoro pernah ditahan. Di halaman belakang, Kamu dapat duduk rileks dibawah pohon rimbun, nikmati arca dewa Hermes yg adalah simbol keberuntungan untuk golongan pedagang, sekalian Dewa Pengirim Berita. Arca tersebut ialah sinyal terima kasih atas peluang untuk berdagang di Hindia Belanda saat dahulu.
Jam Buka: Selasa-Minggu, 09.00 – 15.00 WIB

Museum Wayang

Di museum ini, tidak hanya ada aneka wayang Indonesia, tetapi juga ada wayang dari Cina, India, Malaysia, Vietnam, Polandia, Suriname bahkan Perancis dan Rusia yang dipamerkan dalam lemari kaca. Ada sekitar 5000 koleksi wayang, dengan jenis wayang kulit, wayang golek, wayang kaca, wayang seng dan berbagai lukisan wayang. Ada juga wayang boneka Si Unyil, tokoh cerita anak yang sangat populer di televisi tahun 80-90an.

Di lantai dasar  museum, terdapat taman museum wayang yang memamerkan prasasti peninggalan Belanda. Pada hari minggu kedua, ketiga dan keempat, digelar pertunjukkan wayang dari pukul 10.00-14.00. Di dekat pintu keluar museum, terdapat toko souvenir, Seperti gantungan kunci, buku pewayangan, pajangan, dan kartu pos. (me)
Jam Buka: Selasa-Minggu, 09.00 – 15.00 WIB

Pembaca Artikel ini juga Baca (via mobile digeser):

Share this:

Disqus Comments