Rumah Adat Bali, Pakaian Baju dan Filosofinya

Rumah Adat Bali, Pakaian Baju dan Filosofinya

Rumah Adat Bali diberi nama Gapura Candi Bentar, hal ini karena bentuknya adalah Gapura. Gapura itu terbagi dalam 2 gedung candi di bangun sejajar serta sama yg adalah gerbang pintu masuk kepekarangan rumah. Gapura itu tak mempunyai atap atas yg memisahkan ke-2 gedung candi, alhasil ke-2 gedung gapura candi itu tampak terlihat terang terpisah, yg menghubungkan gedung gapura itu ialah berbentuk anak-anak tangga serta pagar besi yg jadi pintu jalan masuk. Di sekitar gedung gapura ada patung-patung yg adalah lambang dari kebudayaan Bali.

Bagian Rumah adat Bali Beserta Fungsinya

Di dalam rumah adat Bali mempunyai bagian-bagian utama serta memiliki manfaat semasing. Tersebut tersebut penjelasannnya :

- Sanggah ataupun Pamerajan adalah lokasi suci untuk keluarga yg berdiam.
- Panginjeng Karang ialah lokasi untuk memuja yg melindungi pekarangan.
- Bale Manten adalah lokasi tidur kepala keluarga, anak gadis serta lokasi menaruh beberapa barang bernilai. Bale Manten jua kerap dipakai untuk pasangan yg baru menikah.
- Bale Besar ataupun Bale adat ialah selaku lokasi upacara lingkaran hidup.
- Bale Dauh berperan selaku lokasi kerja, pertemuan serta lokasi tidur anak laki-laki.
- Paon yakni berbentuk dapur yg dipakai selaku lokasi memasak
- Lumbung adalah lokasi penyimpanan makanan pokok kayak padi serta hasil bumi yang lain.


Pakaian Adat Bali


Pakaian adat bali dikenakan oleh laki-laki serta wanita. Sekurang-kurangnya ada 3 macam pakaian adat yg umum dikenakan orang-orang Bali. Pertama, pakaian untuk acara keagamaan. Ke-2, pakaian untuk acara perkawinan. Ketiga, pakaian untuk keseharian.

Pakaian adat Bali yg paling elegan ialah Baju Agung. Pakaian tersebut umumnya dikenakan waktu rangkaian acara potong gigi ataupun perkawinan. Pakaian adat Bali
Terdapat banyak variasi dari Baju Agung dipandang dari lokasi, saat, serta situasi. Kain yg dipakai dalam pakain adat Bali yg 1 tersebut ialah wastra wali prioritas untuk upacara ataupun wastra putih selaku lambang kesucian. Namun, tidak tidak sering juga kain dalam pakaian adat Bali tersebut ditukar bersama kain songket yg sangatlah cocok untuk mewakili kemewahan ataupun prestise untuk penggunanya.

Sedang untuk golongan laki-laki Bali terkecuali kenakan kain itu selaku pakaian adat Bali mereka jua kenakan kampuh gelagan ataupun umum dimaksud dodot yg digunakan sampai menutupi dada.

Filosofi Baju Adat Bali


Pakaian adat Bali komplit biasanya digunakan pada upacara adat/keagamaan ataupun upacara perayaan besar. Sedang pakaian adat madya digunakan waktu melakukan ritual sembahyang harian ataupun waktu menghadiri acara yg menggembirakan kayak misalnya saat pesta kelahiran anak, kelulusan anak, berhasil beroleh panen, ataupun penyambutan tamu. Filosofi pakaian adat Bali pada intinya bersumber pada ajaran Sang Hyang Widhi, yaitu Tuhan yg dipercaya memberi keteduhan, kedamaian serta keceriaan untuk umat Hindu yg mempercayainya.

Pembaca Artikel ini juga Baca (via mobile digeser):

Share this:

Disqus Comments