6 Cara Ini Bisa Membuatmu Mengontrol Kemarahanmu

6 Cara Ini Bisa Membuatmu Mengontrol Kemarahanmu

Rasa marah bisa terjadi pada siapa saja, bahkan pada orang yang paling sabar sekalipun. Kamu pasti pernah merasakan di mana emosimu memuncak, ketika orang-orang di sekitarmu rasanya tidak ada yang berbuat benar, bahwa hari itu benar-benar menyebalkan. Di saat seperti itu, apa yang biasanya kamu lakukan? Apakah kamu langsung berteriak marah? Atau menggebrak meja? Apa pun itu, yang namanya kemarahan susah untuk ditahan.

Bagi sebagian orang, menahan emosi itu hal yang lebih mudah dilakukan. Tetapi bagaimana jika kamu bukan tipe orang yang seperti itu? Melampiaskan kemarahan tidak bisa sembarangan saja, karena justru bisa membuat orang yang tak bersalah jadi sasarannya. Begitu kamu marah dengan kasar, orang-orang jelas akan menjauhimu setelahnya. Karena itulah, kamu perlu melakukan taktik sehingga kemarahan yang akan kamu lampiaskan menjadi terlihat lebih elegan.

Ya, kemarahan tidak harus identik dengan kata-kata kasar atau teriakan, ataupun serangan fisik. Marah pun bisa dikontrol sehingga tidak membuat suasana bertambah keruh. Inilah beberapa caranya melampiaskan kemarahan sehingga nama baikmu tidak langsung jatuh:

1. Diam dulu

Ketika emosi sudah memuncak, pasti kamu jadi ingin berteriak, ingin mengucapkan berbagai kata makian, kepada orang yang kamu anggap salah, kepada situasi, kepada dunia, kepada siapa saja. Stop! Kunci mulutmu rapat-rapat, diam, dan melangkahlah pergi dari sumber kemarahanmu. Mulutmu harimaumu, ketika marah, apa yang kamu ucapkan tak bisa kamu kontrol, dan tak akan bisa ditarik lagi. Jadi diam, dan pergilah.

2. Tersenyum

Terdengar klise? Tetapi pada kenyataannya, senyum memang bisa membuatmu merasa lebih baik, bahkan ketika emosimu memuncak. Menurut penelitian yang dimuat di edisi Januari 2009 Journal of Personality and Social Psychology, perasaan memang bisa mempengaruhi ekspresi wajah, namun sebaliknya juga berlaku, bahwa ekspresi wajahmu bisa mengontrol mood yang kamu rasakan. Ketika tersenyum, kamu memberi sinyal ke otak dan badanmu untuk lebih rileks dan tenang.

3. Sugesti diri sendiri

Masih dalam ranah psikologi, mensugesti diri sendiri dengan mengatakan, “saya santai, saya kalem, saya nggak mau marah,” bisa menjadi cara yang tepat untuk menahan diri agar tidak meledak marah. Kamu meyakinkan dirimu bahwa perasaan marahmu tidak akan menguasai kamu.

4. Curhat

Cari teman dekatmu dan bilang kalau kamu perlu curhat ke dia. Ceritakan hal yang membuatmu marah, urut dari awal. Ketika kamu bercerita, kamu merekonstruksi hal-hal yang membuatmu marah, dan melihat dari sisi yang lebih obyektif. Kamu pun akan mendapatkan perspektif yang baru.

5. Alihkan pikiran dengan melakukan kegiatan

Begitu kamu sudah merasa bahwa kemarahanmu mulai muncul, alihkan pikiranmu dari kemarahan itu, dan lakukan kegiatan lain. Olahraga, berjalan kaki, mengerjakan tugas, apa pun itu asalkan bisa mengalihkan pikiranmu dari sumber kemarahan.

6. Jangan berteriak atau memaki

Percayalah, ketika kamu melakukan hal tersebut, kamu bukannya semakin lega, sebaliknya, kamu justru akan bertambah marah. Meski sulit, paksa diri untuk bicara dengan pelan, jelas, dan sopan. Kamu memang masih marah, tetapi semakin kamu berbicara tertata, semakin kamu bisa mengontrol ledakan emosimu.

Marah itu hal yang manusiawi. Siapa sih, yang tidak pernah marah selama hidupnya? Hanya saja, jangan sampai kemarahanmu merugikan orang lain dan dirimu sendiri. Apalagi ketika kamu melampiaskan kemarahan dengan membentak orang yang tak tahu apa-apa. Satu lagi, jangan pernah mem-posting di media sosial ketika kamu marah. Kamu hanya akan memperkeruh suasana, dan pastinya tidak akan menyelesaikan masalah.

Pembaca Artikel ini juga Baca (via mobile digeser):

Share this:

Disqus Comments