Cara Mencegah Kreatifitas untuk Berbohong

Cara Mencegah Kreatifitas untuk Berbohong

Pendidikan, senantiasa berkembang dan lebih banyak lagi. Sehingga setiap individu yang mempelajarinya dapat menemukan pengetahuan yang beragam. Pengetahuan yang mengajarinya banyak hal sekalipun dalam mendapatkannya itu tidaklah mudah. Setiap orang pun dapat belajar secara formal hingga non formal untuk mendapatkan pendidikan. Dimana pada sisi pendidikan ini dapat memberikan pengetahuan yang dapat bertahan lama ataupun hanya sebentar saja.

Bahwasannya pendidikan itu sangat penting. Bahkan, lingkupnya pun luas mulai dari pendidikan akan ilmu umum hingga beberapa ilmu lainnya. Sehingga, secara sadar ataupun tidak, pendidikan ini mampu menciptakan suatu kreatifitas diri yang memberikannya kemampuan untuk berpikir lebih kritis lagi. Terlebih lagi, mereka yang memiliki kreatifitas ini akan jauh lebih berpikir lebih dalam segala hal. Bila saja itu mencakup fokus yang baik, itu tak mengapa. Tetapi bagaimana bila sebaliknya? Tentu saja ini akan membuat pengetahuan tersebut tak tertanam baik di jiwanya.

Tak dapat dipungkiri bahwa kreatifitas ini mampu menjadikan sisi buruk untuk berbohong. Yang mana setiap kebohongan yang dilakukan sang anak terutamanya, sangatlah beragam. Sekalipun yang dikatakannya ataupun upaya itu tidak jujur, namun sang anak tetap saja bisa mendapatkan kepercayaan. Hal inilah yang harus dicegah serta diatasi sekalipun banyak sekali kemungkinan yang menumbuhkan sikap berbohong ini. Utamanya perilaku anak didik kepada orang tua ataupun guru sebagai figur yang dapat mendidiknya.

Seperti halnya beberapa tindakan berikut ini yang termasuk bentuk-bentuk kebohongan dibalik sisi kreatifitasnya, yaitu:

- Berbohong untuk mengikuti les, pada kenyataannya tak mengikuti dan hanya bermain saja.
- Berbohong dengan meminta uang bayaran lebih atas tujuan untuk membayar buku ini itu, tapi pada akhirnya uang yang lebih itu digunakan untuk keperluan pribadi.
- Berbohong dengan ikut belajar kelompok di rumah teman untuk mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah, namun ternyata hanya bermain saja.
- Berbohong kepada guru saat tak mengerjakan tugas dengan alasan banyak seperti tak membawa buku, buku sudah hilang, kemarin sedang sakit, kemarin ada acara keluarga dan terdapat beberapa alasan palsu lainnya untuk menutupi kemalasan yang dimiliki siswa itu.

Begitu beragam bentuk kebohongan siswa yang dapat disadari ataupun tidak. Atas hal ini, Anda pun bisa mencegah perilaku tersebut. Menjadikan kreatifitas yang lebih baik namun bukan untuk hal-hal yang buruk. Berikut ini ialah upaya pencegahan kebohongan itu yang bisa dilakukan oleh guru ataupun orang tua serta pihak yang lainnya, seperti:

- Menanamkan pengetahuan bahwa kreatifitas itu untuk hal-hal yang bermanfaat.
- Menanamkan pendidikan bahwa berbohong itu tak baik dan tak boleh ditirukan.
- Memberikan penjelasan kepada anak-anak bahwa mereka bisa berkata jujur untuk mendapatkan yang mereka minta seperti tambahan uang saku, tapi tidak dengan berbohong.
- Mengajarkan kepada mereka bahwa yang berbohong pasti akan dibohongi serta mendapatkan akibat buruk lainnya.

Teruntuk itu, dalam pendidikan ini orang tua dan juga guru bisa membimbing dengan pembelajaran tentang moral. Seperti halnya mengajarkan tentang etika yang ada serta tidak baiknya dalam berbohong itu. Sekalipun ada kesempatan yang lebih, tetapi tetap jujur. Sebelum itu pun orang tua dan guru juga harus memberikan contoh mudah sehingga dapat menerapkannya. Bukan hanya teori saja karena ini tak selalu bisa dipahami dengan mudah bagi anak-anak. Sehingga, Anda pun bisa menciptakan kreatifitas yang baik tanpa harus menumbuhkan bibit-bibit untuk berbohong. Terlebih lagi, pada penanaman hal baik sejak dini akan tumbuh dengan kuat sampai dewasa. Jadi, memberikan pengajaran pada anak-anak bahwa kreatifitas itu untuk maju bukan untuk berbohong hanya demi kepentingan sesaat saja.

Pembaca Artikel ini juga Baca (via mobile digeser):

Share this:

Disqus Comments