Hubungan antara Puasa, Disiplin dan Kecerdasan Otak

Hubungan antara Puasa, Disiplin dan Kecerdasan Otak

Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang harus dikerjakan oleh orang Islam. Menahan lapar dari matahari terbit hingga matahari tenggelam, ternyata memberikan manfaat bagi tubuh. Baik puasa di bulan Ramadan maupun puasa sunah, menurut penelitian, memiliki berbagai manfaat tidak hanya untuk tubuh namun ternyata juga mendisiplinkan diri. Walaupun belum dibuktikan secara ilmiah, namun terdapat bukti kalau puasa bersangkutan dengan peningkatan daya ingat dan kecerdasan. Ini dia buktinya:

Hafal dengan detail waktu berbuka puasa

Sebelum puasa, sebagian besar orang tidak akan peduli jam berapa tepatnya waktu salat magrib. Karena yang mereka tahu, jam magrib ya jam setengah enam atau jam enam dan ketika adzan berkumandang. Namun, ketika seseorang berpuasa, mereka akan lebih ingat karena jadwal yang ditempel dan dilihat setiap harinya dan secara tidak sadar, kamu akan mengingatnya bahkan terkadang hingga mendetail.

Lebih pandai mengatur waktu

Dengan adanya puasa, kamu yang biasanya bangun siang, tidak pernah sarapan menjadi bisa bangun pagi karena sahur dan shalat subuh. Pekerjaan yang biasanya terlantar dan masuk kantor telat, jadi berkurang karena bangun lebih pagi dan dapat berangkat kerja lebih pagi pula sehingga tidak telat. Kamu juga bisa mengatur waktu untuk tidur daripada membicarakan orang atau melakukan hal tidak perlu sehingga kamu mendapatkan waktu yang cukup untuk istirahat. Selain itu, tidur juga bisa menambah pahala daripada melakukan hal tidak berguna misalnya bergosip.

Disiplin waktu dan makan

Ketika tidak sedang berpuasa, tidak sedikit orang yang tidak akan makan atau makan apa saja yang penting kenyang. Namun, karena berpuasa, orang akan lebih memperhitungkan waktu untuk memasak, melakukan hal lain, ngaji, tidur atau bekerja. Ketika berpuasa, orang juga akan memikirkan tentang apa yang akan dimakannya. Misalnya, makanan yang dapat menggantikan cairan tubuh, makanan yang baik untuk tubuh ketika berpuasa dan mengurangi memakan makanan yang digoreng dengan menggunakan minyak yang berlebih.

Lebih pandai mengatur keuangan

Ketika berpuasa, kegiatan ngumpul bareng teman, ngabuburit, acara buka bersama yang mengantri membuat pengeluaran menjadi tidak terbendung jika tidak diatur dengan sebaik mungkin. Kamu harus pandai mengatur seberapa banyak uang untuk membeli makanan untuk sahur, buka atau untuk main dan buka puasa sehingga masih terdapat uang yang dapat digunakan untuk membeli baju baru dan makanan untuk lebaran nantinya dan tidak menambah beban.

Adanya pemetaan di otak

Pemetaan yang dimaksud adalah, kamu jadi tahu makanan dimana aja yang rasanya enak, buka jam segini, murah dan menu yang dijual. Ingatan kamu juga jadi lebih meningkat tajam dan hafal secara tidak sadar. Tidak hanya pemetaan untuk membeli makanan untuk berbuka dan sahur, namun juga tempat dan rakaat yang ada di masjid-masjid sekitar kamu. Tidak jarang seseorang terutama anak kos, sering berpindah tempat dari masjid satu ke masjid yang lainnya untuk mengikuti salah taraweh dan witir yang cepat dan nyaman. Tidak hanya hafal jumlah rakaat, namun tidak jarang ada yang hafal hingga imamnya. Bacaan yang sering dilantunkan, panjang atau tidak.

Siapa bilang cuma bisa hafal makanan, tempat jualan, list masjid dengan waktu taraweh tercepat, namun juga hafal surat pendek yang biasa dilantunkan ketika shalat. Mendengarnya terus menerus membuat jamaahnya secara tidak sadar hafal bacaan tersebut. Bagi kamu yang suka dengan petasan, ingatan kamu tentang harga dan jenis pengetahuan kamu jadi meningkat dan bertambah ketika puasa terutama ketika menjelang takbiran.

Pembaca Artikel ini juga Baca (via mobile digeser):

Share this:

Disqus Comments