Bernostalgia Masa Kecil, Saatnya Menemukan Kembali Sikap Anak Kecil di Dirimu

Bernostalgia Masa Kecil, Saatnya Menemukan Kembali Sikap Anak Kecil di Dirimu

Masa-masa di mana kita masih kecil memang selalu membuat kita hanyut dalam nostalgia, ya. Di pikiran belum ada banyak beban dan tanggung jawab. Orang tua selalu jadi sosok yang kuat dan tahu segala, dan dunia rasanya selalu indah. Menonton TV di hari Minggu yang penuh kartun dan acara anak-anak, bermain bersama teman-teman waktu sudah sore, dan macam-macam lagi. Belum ada ponsel, komputer, atau media sosial yang mengganggu. Ingin juga rasanya pinjam mesin waktu Doraemon buat balik lagi ke masa-masa masih polos itu.

Tetapi selain nostalgia trip, masih ingatkah kamu tentang sifat-sifatmu di masa kecil? Bagaimana kamu dahulu? Nakal, suka iseng, atau menurut sama orang tua? Yakin deh, namanya anak kecil itu pada dasarnya punya banyak sifat yang baik, kamu dulu pun juga begitu. Sayangnya, begitu anak semakin tumbuh dewasa, kadang sikap baik tersebut hilang, entah karena dunia orang dewasa menganggap sikat tersebut terlalu kekanak-kanakan, atau justru sikap tersebut dianggap tidak baik.

Apa pun itu, sikap baik yang kamu punyai ketika kecil tidak semuanya harus dihapus hanya karena kamu sekarang sudah “dewasa.” Namanya saja sikap baik, pasti layak kan untuk dipertahankan? Ini dia sikap baik dari anak-anak yang orang dewasa pun sebaiknya mempunyainya lagi:

1. Rasa ingin tahu

Namanya anak-anak, pasti penasaran ingin tahu ini itu. Sebagai orang dewasa, kita merasa sudah tahu banyak, atau terlalu malas untuk mencari tahu sendiri. Seandainya kita bisa kembali seperti anak kecil yang selalu ingin tahu, kita pasti lebih memperkaya pengetahuan.

2. Sikap terbuka

Setiap anak itu dilahirkan tanpa sikap menghakimi. Hanya ketika dia tumbuh di tengah-tengah orang dewasa yang sikapnya demikian, dia belajar menilai orang. Bersikaplah seperti anak kecil yang selalu terbuka terhadap setiap orang.

3. Imajinasi luas

Coba ingat lagi, berapa banyak dari kamu yang punya imajinasi menjadi seorang superhero ketika bermain, atau berpura-pura bahwa kamu sedang berperang melawan monster jahat. Imajinasi sangat penting untuk kreativitas, dan menjadi dewasa tidak berarti kamu tidak bisa lagi berimajinasi.

4. Pemaaf

Ketika kamu masih kecil dan marah dengan teman kamu, begitu dia minta maaf, kamu kembali sahabatan, tanpa ada prasangka buruk lagi. Hal ini sayangnya hilang ketika kamu dewasa, di mana maafin satu orang saja kok susah.

5. Jujur

Namanya anak kecil, susah untuk kamu bisa berbohong. Kamu ngomong apa adanya sesuai yang lagi kamu rasakan. Sebagai orang dewasa, sikap ini harus dipelajari lagi deh.

6. Tidak mudah menyerah

Pasti ketika kamu masih kecil, kalau ada hal baru, kamu akan terus mencoba sampai kamu berhasil atau menguasainya. Hal ini sayangnya tidak selalu bertahan sampai dewasa, di mana orang gampang sekali menyerah. Tumbuhkanlah lagi sikap ini.

7. Suka membantu

Ketika masih kecil, kalau ada yang butuh bantuan, kamu pasti akan menawarkan untuk menolong, tak peduli siapa mereka. Ketika dewasa, karena sifat egois, rasa takut, dan juga kewaspadaan, kamu menjadi ragu untuk menolong orang.

Menjadi anak kecil bukan berarti mereka tidak tahu apa-apa. Beberapa hal justru hanya mereka yang tahu, dan kamu sebagai orang dewasa terkadang melupakannya. Sikap yang terbuka, optimis, tanpa menghakimi orang, dan keingintahuan yang besar, semua itu adalah sikap anak kecil yang patut untuk kamu dan setiap orang tetap bawa, untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik lagi.

Pembaca Artikel ini juga Baca (via mobile digeser):

Share this:

Disqus Comments