Ini Alasan yang Membuatmu Tak Perlu Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Ini Alasan yang Membuatmu Tak Perlu Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Rasa tidak percaya diri memang seringkali muncul seenaknya. Kamu kadang bahkan membanding-bandingkan dirimu sendiri dengan orang lain tanpa adanya alasan yang jelas. Meski perbandingan kadang memang bisa dijadikan sebagai motivasi, tapi ketika tidak tepat dilakukan justru membuat rendah diri. Terlebih lagi dengan terlalu lama melihat istimewanya orang lain sampai kamu lupa jika dirimu sendiri sangat berharga dengan kemampuan unik yang kamu miliki.

Meskipun membandingkan diri sendiri itu kadang perlu, tetapi saat sudah sampai pada taraf mulai melebihi batas sebaiknya kamu hentikan untuk membandingkan dirimu.

Bandingkan diri sebagai sebuah motivasi

Kadang motivasi memang bisa muncul dari membandingkan diri sendiri. Tetapi tidak ketika hal itu justru membuatmu lupa pada kemampuan unik yang kamu miliki. Biasanya, kamu malah merasakan tidak percaya diri karena terlalu “mendongak” (melihat kesuksesan orang lain) terlalu lama. Bukan hanya leher saja yang pegal tentunya, tetapi kamu jika jadi lupa diri bahwa orang-orang yang sudah sukses itu dulunya pernah menjadi atau justru lebih buruk dari dirimu saat ini. Kamu memang saat ini masih berada dibawah dan tidak sejajar dengan mereka, tapi itu bukan berarti karena kamu tidak bisa dan tidak mampu. Akan tetapi karena memang belum waktunya kamu ada disana.

Bandingkan diri untuk mensyukuri apa yang kamu miliki

Meskipun tidak banyak kamu sadari, membandingkan dirimu sendiri dengan orang sebenarnya juga bisa membuatmu menjadi seseorang yang culas. Maksudnya adalah kamu hanya bisa merasa senang atau bahagia ketika melihat orang lain yang bernasib lebih buruk dari dirimu. Perlu kamu ketahui jika berbahagia di atas penderitaan orang lain merupakan gejala perbandingan yang selama ini dilakukan sudah berada dalam level mengkhawatirkan. Ketika kamu sudah merasa seperti itu akan menjadikan kamu merasa bahagia hanya ketika melihat orang lain menderita, jadi sebaiknya secepat mungkin kamu hentikan semua kebiasaan ini.

Melihat sisi bahagia orang lain dan membandingkannya hanya menjadi hal sia-sia
Ada baiknya jika kamu menyadari realita yang ada. Bahwa apa yang ditunjukkan oleh orang lain pada lingkungan memang belum tentu cerminan dari diri mereka yang sesungguhnya. Hal ini dapat kamu lihat dari studi yang menyatakan bahwa orang-orang cenderung sangat jarang mengungkapkan apa yang sebenarnya mereka rasakan di hadapan umum, terutama perasaan negatif. Sebaliknya, mereka lebih memilih untuk menunjukkan perasaan positif.

Jadi ketika suatu saat kamu bertemu atau melihat seseorang yang kamu nilai lebih bahagia dari diri kamu sendiri, maka pikirkanlah bahwa sebenarnya kamu tidak benar-benar mengetahui kehidupan pribadinya. Alasan kenapa kamu sering tidak percaya diri terletak pada kebiasaanmu membanding-bandingkan “kehidupan di balik layar” yang kamu jalani dengan “kehidupan publik” milik orang lain.

Sukses dimulai dari perjuangan, bukan membandingkan diri dengan orang lain
Terlalu sering memikirkan hal yang mengagumkan dari orang lain, memiliki begitu banyak teman dan juga lebih sukses darimu hanya akan menjadi hal sia-sia hingga membuatmu lupa menghargai dirimu sendiri. Jika kamu memang mau memiliki sebuah kehidupan yang bahagia, maka mulailah mencoba mendedikasikan energi dan waktumu untuk melakukan hal yang memang berarti.

Dibandingkan terus menerus bertanya “ Kenapa hidupnya lebih beruntung dari hidupku?”, mulailah saja dengan bertanya “Sebenarnya apa yang terpenting bagi hidupku?”. Gunakan berbagai jawaban yang muncul sebagai tolok ukur kehidupanmu. Belum tentu kedudukan atau jabatan orang lain yang selalu kamu lihat sebagai sesuatu istimewa itu baik untuk hidupmu.

Pembaca Artikel ini juga Baca (via mobile digeser):

Share this:

Disqus Comments