Ternyata Inilah Penyebab Jakarta dan Kota-kota Besar Semakin Panas

Ternyata Inilah Penyebab Jakarta dan Kota-kota Besar Semakin Panas

Bila Anda mengikuti berita yang sering beredar saat ini, tentu Anda juga sering mendengar banyak berita yang mengatakan terjadi kenaikan suhu yang berada di Jakarta dan kota besar yang lainnya. Beberapa kota memang mengalami kenaikan suhu yang cukup signifikan. Bagi Anda yang tinggal di Bekasi, mungkin seperti tidak percaya bila suhu yang berada di kota Anda telah menyentuh 40 derajat celcius. Padahal untuk suhu normal di Jakarta saja hanya 24 sampai 33 derajat celcius.

Panas yang saat ini mulai menyentuh kulit bagian dalam memang telah di prediksi oleh BMKG. Bahkan mereka mengatakan bila panas ini semakin lama akan semakin meningkat secara bertahap setiap hari. Sebelum Jakarta mencapai panas yang sangat total, hingga menyentuh angka 39 derajat celcius, dulunya Jakarta hanya berkisar 35 derajat celcius. Banyak teori yang disebutkan, mengenai faktor penyebab kenaikan suhu yang terjadi di kota besar ini.

Teori yang banyak di kemukakan ialah efek rumah kaca. Tahukah Anda, apa makna efek rumah kaca ini? Efek rumah kaca sendiri ialah naiknya CO2 yang berkonsentrasi pada atmosfir bersamaan dengan gas yang lain. Pembakaran bahan bakar setiap hari yang dihasilkan oleh kendaraan yang umumnya beroperasi di daerah Jakarta juga salah satu penyebab dari pemanasan global yang terjadi sekarang ini.

Baca juga: Tempat Nongkrong di Jakarta Murah dan Asyik


Efek rumah kaca yang menyebabkan dipantulkannya kembali berbagai macam energi panas yang terserap oleh permukaan awan dan bumi. Selain menyumbangkan suhu yang sangat panas, padatnya kadar dari karbondioksida yang dihasilkan karena emisi gas juga menyebabkan langit yang berada di Jakarta menjadi lebih keruh. Bila tidak percaya, Anda bisa membuktikannya sendiri, saat malam hari Anda bisa mencoba keluar serta melihat keadaan langit yang ada di Jakarta, disana Anda akan melihat sedikit sekali bintang yang bisa terlihat dari Jakarta ketika malam hari. Berbeda dengan kota-kota lain, untuk melihat bintang bisa dengan mudah.

Kota Jakarta yang saat ini menjadi sebuah kota metropolitan memang memiliki pembangunan yang begitu pesat, menyebabkan semakin sempitnya lahan atau ruangan terbuka hijau, seperti mulai berkurangnya pohon sebagai paru-paru, maka mau tidak mau terjadilah sebuah fenomena yang cukup tragis seperti Urban heat island. Apa arti dari urban heat island? Fenomena mengejutkan ini tidak lain karena adanya aktivitas yang dilakukan oleh manusia seperti pembangunan secara besar-besaran yang ditengarai sebagai penyebab kurangnya lahan hijau, hingga banyaknya gas kendaraan.

Selain faktor tersebut ada pula faktor munculnya pabrik-pabrik besar yang berada di Jakarta, yang kurang memperhatikan kelestarian alam, Anda bisa melihat berubahnya lahan yang dulunya sangat hijau kini sudah menjelma menjadi gedung-gedung pencakar langit yang sangat besar sehingga mereka bisa memantulkan lagi panas dari matahari. Tidak bisa di hindarkan, udara sejuk yang puluhan tahun berada di Jakarta kini sudah berubah wujud menjadi udara yang panasnya tidak karu-karuan. Malam hari berada di Jakarta seperti tidak ada bedanya ketika siang hari Anda berada di sana.

Untuk menghadapi fenomena yang menyedihkan ini memang sangat diperlukan kesadaran serta peran yang begitu aktif dari masyarakat untuk terus-terusan menjaga lingkungan serta berperan aktif untuk merubah pola atau gaya hidup yang jauh lebih ramah lingkungan. Jika dari sekarang saja pola hidup ini tidak di ubah, mungkin bukan hanya Kota Jakarta dan sekitarnya yang sangat panas, melainkan kota-kota lain juga.

Pembaca Artikel ini juga Baca (via mobile digeser):

Share this:

Disqus Comments