Pro Kontra Uber dan Grab Taxi

Pro Kontra Uber dan Grab Taxi

Saya lihat masih banyak yang pro dan kontra dengan hadirnya uber dan grab & memang sangat seru jika sudah membicarakan suatu pro dan kontra termasuk yang sedang hangat yaitu uber dan grab taxi. Sebenarnya masalah utama dari pesatnya perkembangan teknologi versus regulator yaitu tidak siapnya badan badan regulasi di Indonesia menyiapkan aturan tentang bisnis tertentu terutama bisnis yang di prakarsai oleh startup dan teknologi maju.

Kita ambil contoh saja seperti kasus pinjaman online tunai cepat dengan angsuran tanpa kredit alias cash beserta bunganya. Pihak depkumhan, depkeu hingga OJK sendiri kebingungan karena tidak ada regulasi yang mengatur bisnis seperti ini. Yang bisa mereka janjikan hanya seperti kutipan berikut "kami akan segera menertibkan dan membuat regulasi bisnis seperti ini" dan sampai saat ini sepertinya masih BELUM SELESAI.

Kembali lagi ke kasus "uber" dan "grab" sepertinya apa yang dialami oleh badan regulator di Indonesia yaitu bingung, masuk ke ranah siapa dan bisnis ini belum ada regulasinya. Pihak departemen perhubungan juga tidak bisa memaksa mereka tunduk dalam regulasinya, kenapa? karena basis core bisnis mereka adalah jasa teknologi, menghubungkan mereka yang ingin sewa mobil dan yang menyewakan, uber dan grab sendiri tidak memiliki armada kendaraan.

Jadi istilah gampangnya adalah, uber dan grab adalah jasa teknologi seperti marketplace kalau di jual beli, tempat mempertemukan penjual jasa kendaraan dan yang mencari jasa kendaraan. Tentu perusahaan dengan core bisnis seperti ini tidak bisa dimasukkan kedalam regulasi departemen perhubungan.

Baca juga: Jadwal Piala Eropa 2016 Prancis

Kenapa Uber dan Grab bisa se fenomenal ini ?

Selain karena memang mobilnya plat hitam dan beragam, jumlah penumpang yang bisa diangkut banyak hingga tarif yang sangat bersaing, mereka juga meningkatkan ekonomi kerakyatan. System tracking yang bisa terlacak, mereka juga lebih adil dalam hal tarif karena berdasarkan jarak, sehingga sang sopir pun tidak mau ulur waktu atau muter2 biar argo naik, yang rugi malah mereka sendiri.

Lalu kenapa dephub tidak menertibkan para pemilik kendaraan ?

Sebenarnya rata-rata jasa dari GRAB adalah rental mobil yang memiliki badan usaha dan izin resmi sebagai rental. Secara kasat mata jika mereka gabung di grab tentu sangat menguntungkan karena dalam sehari mereka bisa dapat trayek tinggi jika dibandingkan rental harian dengan harga flat. Pemilik kendaraan pribadi sebenarnya tanpa uber dan grab pun masih bisa jalankan usaha dengan menyewakan mobilnya kepada tetangga, kerabat, teman, hingga teman dari teman.

Seharusnya sudah saatnya pihak terkait mulai merevisi regulasi yang kira-kira sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi karena perubahan itu pasti terjadi !

Pembaca Artikel ini juga Baca (via mobile digeser):

Share this:

Disqus Comments