Model Corak Garis-garis Fashion Wanita

Model Corak Garis-garis Fashion Wanita

Dolce Gabbana, MaxMara, Prada, dan para perancang dunia lain tengah senang "bermain" dengan stripe atau corak garis. Untuk musim semi dan panas pun, motif corak tersebut dimunculkan dalam berbagai model dan ukuran. Istilah "stripe" atau motif garis awalnya digunakan untuk menjelaskan jenis pakaian dengan benang atau bahan tekstil lain yang dijahit, dirajut, atau ditenun sehingga memunculkan garis-garis warna pada kain. Kain-kain dengan motif ini berkembang lebih lanjut dengan jenis tenunan saling silang, yang kemudian dikenal dengan nama checks, gingham, tartan, dan plaid.

Siapa sangka motif garis, yang pada abad pertengahan di Eropa berkonotasi penyimpangan aturan atau status rendah, kini menjadi corak yang banyakdipilih perancangadibusana. Di masa lalu, pelayan, narapidana, orang dengan penyakit jiwa, dan pekerja prostitusi berbalut busana bergaris karena aturan pemerintah di masa itu.

Garis-garis warna yang lebar dan kontras dijadikan simbol atas ambiguitas, batas antara dua hal yang tidak jelas atau telah dilanggar. Konotasi ini masih hidup hingga sekarang, seperti yang bisa dilihat pada seragam narapidana. Setelan garis dengan warna-warna terang, kerah lebar dan manset, juga menjadi pakaian yang ikonik bagi badut, figur komedi dengan humor yang melampaui batas- batas norma sosial.


Pada era yang lebih modern, tepatnya sejak pertengahan abad ke-19, motif garis justru dipakai oleh para marinir Prancis. Mereka mengenakan kaus dengan garis putih dan biru laut sebagai seragam. Jumlah garisnya sebanyak 21, menandakan kemenangan Napoleon Bonaparte. Model itu kemudian dikenal sebagai bretonstripe, diambil dari nama kelompok etnis yang tinggal di Brittany, Prancis, yang pertama kali memperkenalkan seragam ini. Adapun salah satu alasan menggunakan motif tersebut dalam seragam mereka tak lain untuk mengenali dengan mudah para pelaut atau marinir yang jatuh ke laut.

Corak garis pertama kali memasuki dunia mode pada awal abad ke-20. Dimulai oleh desainer dunia Coco Chanel, yang mendapat inspirasi ketika berkunjung ke French Rivera. Dia melihat para pekerja di sana menggunakan motif tersebut. Chanel pun meluncurkan koleksi nautikal dengan inspirasi stripe yang minimalis pada 1917. Tentu saja pengaruh Chanel di dunia mode membuat koleksinya jadi populer.

Terlepas dari sejarah dan ideologi di baliknya, corak garis begitu digemari oleh para pencinta mode. Sebab, motif ini memberi kesan yang klasik dan minimalis. Asosiasinya dengan marinir dan hal-hal yang berbau kelautan membuatnya makin disenangi untuk mengisi hari-hari musim panas. Warna, lebar, dan jarak antar-garis juga bisa memberi kesan yang berbeda. Misalnya, garis horizontal memberi volume pada tubuh yang ramping, sedangkan bentuk vertikal membuat pemakainya terlihat lebih langsing.

Bahkan, untuk model vertikal, ada berbagai macam tipe yang dibedakan berdasarkan lebar garis-garisnya. Ada awning stripe yang dikenal dengan ukuran garis paling lebar, juga ada yang setipis rambut sehingga disebut hairline stripe. Gaya dengan busana bergaris terbilang minimalis, sehingga tidak perlu menambahkan banyak aksesori atau memadukannya dengan terlalu berlebihan untuk mendapatkan tampilan yang apik. Busana bergaris pun bisa dikenakan semua orang dengan gaya apa pun, baik kasual, sporty, maskulin, feminin, elegan, formal, maupun santai. Motif garisnya sendiri, yang hitam putih sekalipun, cukup menarik.

Anda bisa memadukan corak garis dengan apa saja, asalkan tidak saling bertabrakan. Jika garisnya cukup lebar, jangan pilih padanan yang memiliki motif terlalu besar. Sebaliknya, jika cukup kecil, bisa dengan mudah dipadukan dengan motif apa pun. Jangan ragu memasangkan garis horizontal atau vertikal dengan motif kotak, seperti checks atau plaid. Garis saling menyilang dan bertabrakan justru memberi tampilan unik dan edgy. Jika Anda menggemari hitam putih nan klasik, padukan dengan aksesori berwarna solid untuk memberi aksen agar tidak terlalu simpel.

Pembaca Artikel ini juga Baca (via mobile digeser):

Share this:

Disqus Comments